Beranda » » Penelitian Ilmiah » Komentar

Penelitian Ilmiah
Apakah yang dimaksud penelitian ilmiah? Dengan ilmiah dimaksud menggunakan metode dan prinsip-prinsip science, yaitu sistematis dan eksak, atau menggunakan metode penelitian di mana suatu hipotesis yang dirumuskan setelah dikumpulkan data obyektif secara sistematis, dites secara empiris. Science selalu empiris, yaitu didasarkan atas data yang diperoleh melalui observasi. Science bersifat sistematis dan mencoba melihat sejumlah observasi yang kompleks dalam hubungan yang logis. Untuk melihat keseluruhan dunia kenyataan science membentuk teori-tori yang dapat memberi pegangan untuk memahami dunia sekitar. Science itu obyektif, menjauhi aspek-aspek yang subyektif. Karena itu pula kegiatan ilmiah itu sendiri tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis. Science tidak bertanya apakah obyek penelitian itu baik atau buruk. Ilmu pengetahuan atau science hanya mencoba untuk memahaminya dan menjelaskannya dengan meneliti prinsip-prinsip dan hakikat obyek penyelidikannya.
Ada masanya pada waktu lampau di mana orang mengatakan bahwa penelitian ilmiah, seperti yang dilakukan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam, tidak dapat dilakukan terhadap gejala-gejala sosial. Dikatakan bahwa kelakuan manusia senantiasa berubah-ubah, sehingga tidak dapat diramalkan secara ilmiah dan tepat. Kelakuan manusia terlampau kompleks sehingga sukar diklasifikasikan secara ketat. Juga dianggap bahwa sukar diadakan pengamatan yang obyektif tentang kelakuan manusia. Selain itu dianggap bahwa manusia itu unik, lain daripada setiap manusia lainnya. Yang unik memang tidak dapat diramalkan kelakuannya. Akan tetapi setiap ilmu menyederhanakan bahan penelitiannya. Kalau kita menghitung buah mangga, kita anggap semua mangga sama, walaupun tidak ada dua mangga yang sama persis. Bukan hanya manusia yang kompleks, setiap sel atau molekul pun mempunyai kompleksitas tersendiri.
Pada saat sekarang orang tidak lagi mempertentangkan metode penelitian dalam ilmu pengetahuan alam dengan ilmu pengetahuan sosial. Ilmu-ilmu sosial juga mengembangkan tekhnik-tekhnik kuantitarif, mencari alat-alat ukur yang makin tepat dan halus, mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori yang jelas dan menguji teori-teori serta hipotesisnya secara empiris. Akhirnya pada dasarnya tidak lagi dilihat perbedaan dalam dasar-dasar penelitian ilmu sosial dengan ilmu-ilmu lainnya.
Namun ilmu sosial tidak dapat membuat percobaan seleluasa ilmu-ilmu alam, misalnya mengadakan percobaan sekaligus dengan ratusan manusia dalam kondisi-kondisi yang dapat diatur dan dikuasai, atau mengulangi percobaan sesuka hati peneliti. Biologi dapat melakukan demikian dengan tanaman.








Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung! Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya, tetapi maaf tidak menerima komentar anonim (NOT ALLOWED ANONYMOUS COMMENTS), silahkan pilih nama/url (PLEASE SELECT NAME/URL)!

Copyright © 2012 CSAP™ / Original Template by : Urangkurai / Redesign by : Ady Blink