Beranda » » Sejarah Nama Indonesia » Komentar Postingan 20 komentar

INDONESIA

NAMAKU Kobarkan Semangat MERAH PUTIH

Indonesia, itulah nama negara kita. Namun, tahukan siapa yang memberikan nama tersebut? Nama menggambarkan jati diri sang pemiliknya. Begitu juga dengan nama INDONESIA. Nama Indonesia memiliki makna perjuangan yang amat mendalam. Seperti slogan di atas bahwa NAMAKU KOBARKAN SEMANGAT MERAH PUTIH. Dalam jiwa nama Indonesia terpatri semangat juang tokoh-tokoh kemerdekaan. Olehnya itu janganlah rusak semangat perjuangan tersebut.


Nama Indonseia tidaklah lahir dari orang Indonesia asli namun jiwanya melekat pada diri semangat orang-orang Indonesia. Secara singkat nama Indonesia berawal dari sebuah majalah JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia atau "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur") yang bertempat di Singapura. Majalah JIAEA merupakan majalah ilmiah tahunan. Majalah ini dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang berkebangsaan Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh dan kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.


Pada tahun 1850 Earl menulis sebuah artikel "On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations" (JIAEA volume IV, halaman 66-74). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas, sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama yaitu "Indunesia atau Malayunesia" ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris):


"... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia".


Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.


Dalam edisi itu juga yaitu pada halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel "The Ethnology of the Indian Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan Hindia")". Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.


Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):


"Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis murni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia"


Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.


Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku "Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel ("Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu")" sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indiƫ tahun 1918. Pada kenyataannya, Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.


Orang pribumi yang pertama menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika ia dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.


Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesiƫr ("orang Indonesia").


Sumber Artikel: Wikipedia | Oktober Sakti By: Kopizine


20 comments

20 Oktober 2012 15.39

Wow....keren mas :D

20 Oktober 2012 15.52

@Mr.Ve Wah aku baru belajar neh dah dapat pujian he,,he,, makasih ya!

20 Oktober 2012 17.09

@Ady BlinkHehehehe...baru belajar ? udah keren :D....masama

20 Oktober 2012 17.36

wah.. ikutan jugaa nih

20 Oktober 2012 18.03

@Ahmad Rizal Samsi Ia bro! Ikut meramaikan aja! He,,he,,

20 Oktober 2012 18.03

@Mr.Ve Ow Ow Ow, Makasih lah kalo begitu! He,,,he,,

20 Oktober 2012 18.50

wiihhh keren juga nih..... akhirnya ikutan juga nih..... Semangat "Sumpah Pemuda"

20 Oktober 2012 19.55

wah jadi tau sejarah nama Indonesia :)

20 Oktober 2012 20.20

Oooh. .,jadi itu sejarah Indonesia.
Saya baru tahu tuh sob,nambah ilmu nih tentang sejarah.

21 Oktober 2012 04.57

@Ehwansah Jailani He,,he,,, yops! Cuma ikut meramaikan biar Kopizine lebih terkenal!

21 Oktober 2012 04.57

@randy yang penting share He,,he,, Yo'i bro nanti nama bayi lagi, he,,he,,,

21 Oktober 2012 04.59

@Faunk Symbiannerz He,,,he,, ya gitu dech! Btw makasih dah mampir dan liat-liat!

21 Oktober 2012 05.46

ini baru mantab :D

21 Oktober 2012 06.51

@Bayu Handono Wah biasa aja neh kok bro! Gak keren-keren amat! he,,he,,

21 Oktober 2012 18.17

Setelah 20 tahun lebih,saya baru tahu nich asal nama Indonesia. Tapi sumbernya bisa dipercaya tidak? Maaf,saya belum tahu nich..

22 Oktober 2012 10.07

@Suparyanto Itu terserah sobat mau percaya atau tidak tetapi beberapa sumber yang aku baca gak ada bedanya dan beberapa artikel lainnya yang berbeda topik namun ada bagian-bagian kisah yang sma dengan kisah ini! Semuanya tergantung sobat mau percaya atau tidak! he,,he,, btw makasih dah berkunjung!

24 Oktober 2012 11.48

@Ady Blink wahhh bener juga tuh sobat... semoga aja kopizine semangatnya semangat Sumpah Pemuda...

24 Oktober 2012 12.29

@Ehwansah Jailani Yups semoga aja!

25 Oktober 2012 03.41

nuansa jiwa .. sungguh berani !!

25 Oktober 2012 04.18

@Salim He,,he,,, Yops! Btw makasih dah mampir di mari!

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung! Jangan lupa tinggalkan komentar yang baik dan sopan ya, tetapi maaf tidak menerima komentar anonim (NOT ALLOWED ANONYMOUS COMMENTS), silahkan pilih nama/url (PLEASE SELECT NAME/URL)!

Copyright © 2012 CSAP™ / Original Template by : Urangkurai / Redesign by : Ady Blink